Di kelas, Sandra duduk di bangkunya sambil menopang dagu. Buku matematika terbuka di hadapannya, tapi tak satu pun rumus masuk ke kepalanya. Padahal hari ini ia harus menghadapi remedial jam sembilan. Namun alih - alih memikirkan angka dan persamaan, pikirannya justru sibuk memutar ulang percakapan yang tak pernah terjadi. Chat yang tak dibalas, panggilan yang tak diangkat, dan satu kenyataan pahit, ponsel Arsya mati!
Yeni yang sedang duduk dengan Lia langsung berdiri dan pindah duduk di samping Sandra. Sekilas ia memperhatikan wajah sahabatnya itu yang tampak lelah dan murung.
"Kenapa kau, belajar keras ya semalam?" tanya Yeni sambil tersenyum tipis, mencoba mencairkan suasana.
Sandra menggeleng pelan. Wajahnya tetap masam, bahkan senyumnya pun tidak keluar.
"Nggak bisa belajar, aku k