Tanti mengangguk paham.
"Dan dia nikah sama Bang Shaka, kakak sepupu kami yang paling tua, sudah dua anaknya," lanjut Arman, nadanya tetap santai, seolah sedang menjelaskan peta keluarga yang sudah ia hafal di luar kepala.
"Oh … jadinya kakak ipar tapi dari kakak sepupu, ya?" tanya Tanti.
"Iya. Kakeknya Bang Shaka itu kami panggil Aki. Aki ini kakaknya eyang Nino," jelas Arman. "Jadi masih satu lingkaran keluarga besar juga. Orang tua kami sepupuan."
Pelan - pelan, Tanti mulai menyusun potongan - potongan cerita itu di kepalanya. Ia membayangkan satu keluarga besar dengan cabang ke mana - mana, hubungan yang saling terkait, nama - nama yang familiar, dan kebiasaan yang terasa akrab satu sama lain. Tidak heran kalau mereka terlihat begitu lepas tadi.
"Oh … jadi walaupun bukan sepupu ka