Kini mereka duduk di ruang tunggu, menunggu panggilan boarding.
"Nggak nyangka aku kita beneran liburan berempat," kata Dede sambil bersandar di kursi.
"Aku pun," sahut Tanti. "Jangankan ke Jakarta, ke luar kota aja dulu aku nggak yakin boleh pergi sama kawan - kawan."
"Mungkin karena kawannya kami, makanya mama mu boleh," kata Dede ringan.
"Iya juga ya," jawab Tanti sambil tersenyum.
---
Ruang tunggu bandara semakin ramai menjelang waktu boarding. Pengumuman terdengar bersahut - sahutan, bercampur dengan suara roda koper dan obrolan penumpang lain. Dede dan Tanti masih asyik mengobrol soal rencana mereka setibanya di Jakarta, sementara Arman sibuk mengecek mengecek sopir yang akan menjemput mereka di Jakarta
Arsya duduk sedikit terpisah ketika ponselnya bergetar di tangan. Nama San