"Ya udahlah," kata Tanti, " ... nanti kami suporter Abang, ya kan, De?"
"Iya," jawab Dede. "Tenang aja, Bang."
"Aku pun enggak rusuh," ujar Arman. "Cuma ya itu, kalau bisa nggak ikut, lebih baik. Malas aku."
"Nggak apa - apa, Bang," kata Tanti cepat. "Nanti latihannya kami temani juga. Dede kan bisa jadi lawan pura - pura. Nanti aku jadi jurinya."
Ucapan itu membuat Arman tersenyum, sedikit geli.
"Ya udahlah," katanya akhirnya. "Kamu atur aja."
Dede dan Tanti ikut tersenyum mendengar nada pasrah Arman. Mobil melaju meninggalkan area sekolah, menyatu dengan arus lalu lintas sore.
"Mau ke mana kita merayakan hari terakhir ujian ini?" tanya Arman sambil melirik kaca spion.
"Bang," kata Dede santai. "Tiap pulang habis ujian dari Senin lalu, kita pigi makan - makan sama minum kopi. Sela