"Takutku besok kau juga cuma bisa lihat - lihat soal - soal aja, San, tapi nggak bisa jawab. Kau belajar aja lah dulu. Pacarmu itu juga nggak ke mana - mana. Dia lagi fokus sama ujian aja."
Aku menghela napas panjang. "Aku telpon dia dan nggak diangkat. Linda bilang tadi pas pulang lihat Dede ikut mobil Arsya, Tanti naik mobil Arman. Pasti mereka kemana - mana."
"Itu kan salah kau sendiri. Arsya mau antar tapi kau yang jual mahal. ya diambillah kursimu sama Dede."
"Aku kan minta dibujuk, Yen ... bukan malah dicuekin kayak gitu."
"Kan kau tahu Arsya kek apa. Nggak akan mungkin dia maksa kalo kau nggak mau. Tapi karena kau bilang mau bertahan, ya kau tahan lah. Ini kan risikonya."
Ucapan Yeni yang tajam memang agak menusuk, tapi aku tahu dia tidak salah, dia hanya kasih pendapatnya dan