"Memang sebelumnya nggak salah?" sela Tanti.
"Salah juga," Arman terkekeh singkat. "Tapi waktu itu masih bodoh. Sekarang sudah tujuh belas tahun, kok masih bodoh juga."
Tanti tidak bisa menahan senyum mendengar celetukan itu. "Mungkin nanti lama - lama dia paham kalau dia salah pilih."
"Sudah terlambat," ujar Arman. "Mau - maunya bikin sejarah hidup dengan salah pilih pacar."
Tanti terdiam sejenak. Lalu entah kenapa, pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya.
"Eh Bang, Arsya itu kenapa sih nggak pacaran sama Dede aja?"
Arman hampir tersedak ludahnya sendiri. Untung ia tidak sedang minum. Ia menoleh cepat ke Tanti, mencoba memastikan apakah itu hanya candaan.
"Mana aku tahu," jawabnya sambil pura - pura santai. "Memangnya Dede suka sama Arsya?" pancingnya balik.
"Eh, nggak t