Telepon ditutup. Mobil Arsya melaju, kali ini dengan tujuan baru.
"Kok Sandra nggak ikut pulang?" tanya Dede akhirnya. Rasa penasarannya menang.
"Sudah kuajak," jawab Arsya. "Katanya mau pulang sendiri. Ya sudah, aku biarkan aja."
"Masih merajuk dia soal malam minggu itu?"
"Nggak ku tanya."
"Jadi cuma gitu aja? Kok nggak dibujuk, sukanya perempuan itu suka dibujuk."
Arsya menoleh dengan tatapan heran.
"Kok repot kali pake dibujuk? Kan dia nggak mau pulang sama aku, ya sudah. Baguslah. Kan nggak repot aku."
Dede terdiam. Dia tidak tahu harus berkomentar apa. Entah kenapa, sikap Arsya terdengar terlalu datar untuk urusan pacaran. Seolah semuanya bisa dilepas begitu saja tanpa beban. Dede ingin bertanya lebih jauh, ingin memastikan apakah Arsya benar - benar tidak masalah atau hanya p