Tanti tertawa kecil, merasa tersindir tapi tidak keberatan.
"Lagi semangat aku. Nggak mau kalah lah aku sama klian. Mana tahu bisa masuk lima besar juga nanti."
"Aamiin. Kan sikit lagi, nya, nomor lapan kan kau mid kemarin?"
"Iya."
"Bisaaa..."
"Mudah - mudahan aja. Eh, apa cerita kau malam ini?" tanya Tanti, nada suaranya berubah lebih antusias.
Dede menghela napas pelan sebelum memulai ceritanya. Ia tahu, begitu ia membuka topik ini, ceritanya akan panjang.
"Tadi Arsya belajar di sini."
"O, jadi juga, jam berapa dia datang?"
"Maghrib."
"Malam? Bukan katanya siang, ya?"
"Itulah. Malah aku kira nggak akan datang dia."
"Nggak ngapel, dia?" tanya Tanti setengah bercanda.
Dede pun mulai menceritakan semuanya. Dari Arsya yang tiba menjelang maghrib, dari ponselnya yang tiba-tiba b