Disebuah komplek perumahan tampak sebuah megah dengan taman luas disekitarnya rumah milik Pak Yahya,seorang staf pimpinan perusahaan ekspor-impor yang berumur 50-an. Suasana hening dan dinginnya malam terasa menyengat. Hembusan angin meniup daun sebuah pohon, dan suara jengkrik sesekali terdengar, membuat suasana malam semakin terasa.
Suara jam dinding yang menunjukkan jam 02.00 Wita, memecah kesunyian malam. Di ruang tamu seorang laki – laki dengan memakai pakaian tidur dan tampak kusut mondar – mandir sambil memegang kaki kanannya, yang ternyata adalah Pak Yahya. Pak Yahya mengetahui bahwa dirinya menderita diabet sejak 1 tahun lalu.
Sesekali dia duduk sambil mengurut kaki kanannya sambil bergumam.
“Aduh….aduh…..aduh…..!”
Terdengar suara memanggil dari ruang sebelah.
Ternyata suara tersebut berasal dari Ibu Yahya yang sedang kebingungan mencari suaminya.
“Pak….Pak….”
Ibu Yahya kemudian melihat suaminya sedang duduk memegang kaki kanannya. Ibu Yahya kemudian mendekatinya.
“Bapak ini lo bagaimana? Kok tiba-tiba ilang dari tempat tidur, taunya disini! Apanya to pak yang sakit?”
Pak Yahya menjawab dengan muka jengkel.
“Ibu ini lo kok masih Tanya, kan sudah tahu bahwa kaki saya ini sakit seperti diiris-iris. Nyerinya selalu datang malam-malam begini.”
Ibu Yahya tampak heran.
“Ya….. bagaimana tidak heran, tadi pagi bapak baik-baik, ngantor juga normal, kok tiba-tiba begini. Sini saya pijit ! Bagian mana yantg sakit ?”
Pak Yahya semakin tak tahan lagi menahan rasa sakit, sambil tangannya memegang pergelangan kaki kanannya.
“Disini di atas pergelangan kaki kanan, sekarang ini sedang tidak sakit, nanti sebentar lagi nyerinya datang tidak tertahan. Nah…ini dia, nyerinya datang lagi ! ( Berteriak ) Aduh…aduh… ! Pijit yang keras disebelah sini.”
Ibu Yahya memijit pergelangan kaki suaminya dengan pelan, sampai tanpa sadar Pak Yahya tertidur.
Pagi hari Jam 08.00 Pak Yahya berpakaian lengkap dan siap berangkat ke kantor. Ibu Yahya datang menghampirinya.
“Bapak ini bagaimana to, orang dini hari teriak kesakitan, kok sekarang pergi ngantor ? Telfon saja Pak Yunus, bilang bahwa Bapak sakit ! Nanti di kantor paling – paling ngantuk.”
Pak Yahya duduk memasang kaos kakinya dan berbicara pada istrinya.
“Bagaimana to bu….sekarang perusahaan kan lagi stock opname, semua pada sibuk, nanti kalau tidak masuk, siapa yang ngawasi ? Saya malu pada Pak Yunus, kalo sering-sering tidak masuk. Tadi malam memang sakitnya setengah mati, tetapi sekarang sudah reda, tinggal kesemutan saja !.”
Ibu Yahya tidak bisa berbuat apa-apa mendengar suaminya. Dia hanya mensuport suaminya supaya tetap sehat dan bertanya.
“Obatnya sudah diminum semua Pak ? Jangan lupa lo ! Jangan – jangan nanti kumat lagi !”
PAK YAHYA
"Sudah bu…..sudah…. jangan khawatir ! Saya ini kan pasien yang baik, disuruh diit, ya…diit, obat gula, vitamin saraf sudah saya minum. Obat anti nyeri juga sudah saya minum. Kurang apa ? Tapi toh…nyerinya hampir setiap malam datang. Tolong nanti ibu telfon Ani, dia kan calon spesialis penyakit dalam ! Nanti sore suruh nemani saya ke dokter spesialis penyakit dalam yang paling ahli untuk menangani penyakit saya ini. Dia kan lebih tahu dari kita ! Sudah….sudah bu… nanti saya kesiangan, jangan lupa telfon Ani !"
Ibu Yahya mengmbil tas kantor dan memberikannya kepada suaminya. Istri Pak Yahya mengantar sampai pintu mobil.
“Ya sudah…hati-hati lo pak ! Kalo sakit di kantor, langsung saja pamit sama Pak Yunus dan segera pulang. Nanti saya telfon Ani !”
PAK YAHYA
Ya…ya…..
Pak Yahya mestater mobilnya dan berlalu menuju Kantor.
Disebuah Rumah Sakit orang lalu lalang di sekitarnya. Dr. Andayani (Seorang Mahasiswa Kedokteran yang sedang belajar Residen Penyakit Dalam di tahun ke-2)dengan Hand Phone di tangan tampak sedang menerima telephone di kamar residen,.
Dr. ANDAYANI
"Kok tumben Tante pagi-pagi nelfon, ada apa ?"
SUARA DI TELEPHONE
"Bagaimana kabarnya Ani (Panggilan akrab Dr. Andayani), Ibu kangen……………….Ini lho…..Om kamu….."
Dr. ANDAYANI
Oh…Om Yahya ? Sakitnya kumat lagi Tante
SUARA DI TELEPHONE
Ya….begitulah….Ani….Tante kasihan melihatnya. Kalau sudah datang kambuhnya….aduuuhhhhh……Sementara tante tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi saya mau minta tolong sama Ani…
Dr. ANDAYANI
Maksud Tante saya disuruh ngantar ke dokter
SUARA DI TELEPHONE
Ya….Ani aturlah bagaimana supaya Om mu Sembuh
Dr. ANDAYANI
Ya deh…..nanti sore saya ke rumah jam 5, jam 7 kita pergi ke dokter ! Nanti Om saya bawa ke dokter Farid. Beliau adalah supervisor saya dan ahli penyakit hormon ! Siang ini akan saya daftarkan ke tempat prakteknya. Tante nanti sore musti ikut lo, supaya nanti tau persis keterangan dokter tentang penyakit Om !.
SUARA DI TELEPHON
Terima kasih ani…..maaf kami mengganggu ! Sebenarnya kami tau bahwa Ani sangat sibuk belajar, tetapi kami minta tolong kepada siapa lagi selain Ani . Salam untuk Ibu dan bapak ya ?
Dr. Andayani ternyata menerima telephone dari Ibu Yahya. Setelah mengucap salam Dr. Andayani menutup telephone.
Keesokan harinya di sebuah ruang praktek, tampak Dokter Farid sedang duduk dikorsi sebagaimana rutinitas sebagai seorang Dokter. Dr. Farid adalah seorang dokter Ahli Penyakit Dalam subspesialis endikronlogi dan seorang dosen Fakultas Kedokteran. Dr. Farid berumur 43 tahun.
"Tok..tok…."
Terdengar ketukan di pintu dan Dr. Farid Menjawab
Dr. FARID
Ya…Silahkan masuk !
Dr. Andayani masuk diikuti oleh bapak dan ibu Yahya
Dr.ANDAYANI
"Selamat sore dok…..ini saya mengantarkan Om Yahya yang mau konsultasi sama dokter. Beliau menderita diabet sudah lama dan belakangan ini sering mengeluh nyeri tungkai terutama pada malam hari.
Dr. Farid menyimak penjelasan Dr. Andayani dan bertanya
Dr. FARID
"Pak Yahya selama ini dirawat oleh siapa ?"
Dr. Andayani yang mendengar pertanyaan Dr. Farid melirik ke
Pak Yahya dan Pak Yahya menjawab pertanyaan Dr. Farid.
PAK YAHYA
"Saya berobat ke dokter perusahaan."
Dr. FARID
" Sudah berapa lama bapak tahu bahwa bapak menderita diabetes ?"
PAK YAHYA
"Saya baru tahu bahwa saya menderita diabet sejak 1 tahun yang lalu dari general check up perusahaan. Waktu itu saya mengalami rasa kesemutan di tangan dan kaki. Saya melakukan diit sesuai dengan saran dokter, dan minum semua obat yang diberikan dokter.Tetapi sejak 3 bulan terakhir, saya sering mersakan nyeri di kaki dan tangan saya. Saya sudah diberi obat – obat anti nyeri, tapi kayaknya nyerinya tetap saja, dan makin hari cenderung makin bertambah."
Dr. FARID
"Ya….silahkan berbaring, nanti saya periksa."
Dr. Farid kemudian berdiri sambil mempersilahkan Pak Yahya untuk berbaring di bangsal. Pak Yahya berbaring dan Dr.Farid Melakukan pemeriksaan.Sejenak setelah melakukan pemeriksaan, Dr. Farid bertanya.
Dr. FARID
"Dibagian mana yang paling sering sakit ?"
PAK YAHYA
"Di kaki kiri kanan dok ! Rasanya seperti diiris - iris. Hilang timbul terutama waktu malam. Kalau datang saya sering sampai tidak bias tidur."
Setelah selesai, Pak Yahya kemudian dipersilahkan duduk kembali. Dr. Farid kemudian melanjutkan pertanyaannya.
Dr. FARID
"Apa bapak membawa hasil - hasil lab yang lalu ?"
PAK YAHYA
" Ada dok ! Ini sudah saya kumpulkan !"
Dr. farid memeriksa berkas – berkas hasil lab. Kemudian berkomentar.
Dr. FARID
"Ya….memang, kelihatannya gula darah Bapak mulai turun, tetapi belum normal. Jadi Bapak harus lebih ketat diitnya, sesuai dengan daftar diit yang pernah diberikan.Saya kira yang bisa lebih banyak berperan adalah ibu. Sebaiknya ibu menghidangkan makanan untuk bapak, dengan jumlah sesuai dengan daftar diit. Untuk makanan – makanan rendah kalori, misalnya sayur, bisa dihidangkan agak banyak. Obat diabet yang Bapak terima dari poliklinik sudah betul dan bisa diteruskan. Nanti saya tambahkan obat – obat anti nyeri yang Bapak minum mulai malam ini. Besok bapak ke Laboraturium untuk pemeriksaan darah puasa dan setelah makan."
IBU YAHYA
"Baik dok…nanti saya perhatikan. Lalu sebenarnya Bapk ini menderita apa ? Kok nyerinya selalu datang setiap malam hari, sampai seisi rumah tidak bisa tidur."
Dr.FARID
"Bapak rupanya menderita ganguan saraf akibat diabetnya. Selain obat-obatan, peran diit untuk menurunkan kadar gula sangat penting. Besok Dr. Ani ke ruangan saya ya, saya punya artikel yang baik dari jurnal tentang neuropati diabet."
Dr. ANDAYANI
"Jam berapa dok ?"
Dr. FARID
"Yah….sekitar jam sepuluhan."
Seperti yang sudah dijanjikan, keesokan harinya di Ruang kerja Dr. Farid. Tampak buku-buku besar dan jurnal kedokteran di ruang kerja Dr. farid. Dr. Farid sedang membuka salah satu jurnal. Tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu, dan Dr. farid Menyahut.
Dr. FARID
"ilahkan Masuk !"
Dr. Andayani membuka pintu dan menyapa Dr. farid.
Dr. ANDAYANI
"Selamat pagi dok…..! Kemarin dokter janji akan meminjamkan artikel untuk saya."
Dr. FARID
"Oh….ya, ada artikel yang baik dari jurnal endokrinlogi.Ngomong ngomong bagaimana kabar Omnya ? Apa masih kesakitan tadi malam ? Memang kita sering salah sangka, orang yang nampak sehat seperti Ommu menderita neuropati diabet. Diabetes tipe 2 juga tidak jarang menimbulkan konplikasi saraf."
Dr. ANDAYANI
"Saya belum tahu dok, karena rumah saya jauh dari Om saya. Saya belum sempat telfon. Tetapi tampaknya sudah baik, sebab beliau kok tidak telfon lagi.Nanti sore kan beliau menghadap lagi. Lho…dok, kalau saya lihat hasil – hasil lab yang belakangan tampaknya gula darah Om Yahya relatif baik, tapi kenapa kok masih terjadi keluhan – keluhan neuropati?."
Dr. FARID
"Ya..memang demikian dr. Ani. Om-mu minum obat dan melakukan diit kan baru beberapa bulan saja. Sekarang juga diitnya tidak terlalun ketat. Sebelumnya mungkin sudah terlalu lama kadar gulanya darahnya tinggi, sehingga hal ini menyebabkan gangguan pembuluh darah kecil, yang memberikan suplai oksigen dan nutrisi pada jaringan saraf. Disamping itu, kadar gula yang tinggi, akan menyebabkan gangguan metabolisme pada sel - sel saraf.Jadi, walaupun sekarang kadar gulanya relatif normal, akibat kadar gula darah yang tinggi pada masa – masa sebelumnya, itulah yang menyebabkan gejala neuropati, dan kelainan tersebut lama baru hilang, bila kadar gula normal dan neuropatinya diobati. Termasuk menghilangkan factor – factor lain, misalnya hyperlipidemia, rokok, dll."
Dr. ANDAYANI
"Saya baca dalam literature, belakangan ini banyak dipakai obat – obat antikonvulsan untuk terapi neuropati diabet ?"
Dr. FARID
"Sebenarnya banyak terapi yang dapat diberikan untuk neuropati diabet, misalnya analgetik atau amiltripilin yang merupakan antidepresan trisiklik. Jika obat ini tidak menolong, dapat dicoba obat-obat antikonvulsan. Karena pada neuropati diabet sering terjadi ischemia dari jaringan saraf tepi yang menimbulkan rangsangan berlebihan dari jaringan saraf, mirip dengan apa yang terjadi pada epilepsy. Rangsangan – rangsangan spontan ini, yang ditekan dengan obat antikonvulsan."
Dr. ANDAYANI
"Dok, apa sebabnya rasa nyeri pada neuropati diabet kebanyakan dirasakan pada malam hari ?"
Dr. FARID
"Sampai sekarang belum jelas sebabnya, mungkin pada waktu siang, rasa nyeri itu kurang dirasakan, karena perhatian penderita dialihkan ke hal – hal lain. Pada waktu malam hari, tidak banyak rangsangan - rangsangan eksternal. Karena itu, terapi untuk neuropati diabet biasanya dipusatkan pada waktu malam hari. Misalnya kalau kita memberikan obat obat antikonvulsan, biasanya dosis tertinggi diberikan pada waktu malam hari. Hal ini juga disebabkan, karena rasa nyeri, sering mengganggu tidur penderita neuropati diabet. Kalau kita memberikan antikonvulsan, rasa nyerinya hilang dan penderita mmudah tertidur, karena efek samping antikonvulsan yang menimbulkan rasa kantuk."
Suasana pagi hari di kantor Pak Yahya tampak sibuk. Masing - masing staf sibuk dengan pekerjaannya. Wulan, sekretaris pak yahya sedang sibuk menata meja kerja dan mempersiapkan beberapa laporan yang akan disampaikan kepada Pak Yahya.
Pak Yahya masuk di ruang kerjanya dengan kondisi segar dan wajah ceria, dan disapa oleh Wulan (Sekretarisnya ).
SEKRETARIS
" Selamat pagi pak….kok hari ini Bapak datang pagi betul ? Ini kan, baru jam setengan delapan. Kok Bapak sudah datang dan kelihatan segar sekali ?."
Pak Yahya menjawab dengan santai dan sedikit guyon.
PAK YAHYA
"Ah…kamu Wulan, kok memperhatikan hal-hal kecil ! Sebenarnya saya hanya ingin lihat apa kamu sudah datang."
SEKRETARIS
"Betul Pak….hari ini bapak betul – betul kelihatan fresh ! Kayaknya…lagi heppy ya Pak ?."
PAK YAHYA
"Kamu nmemang betul sekali Wulan ! Tadi malam saya tidur nyenyak sekali, dan merasa segar waktu bangun. Kemarin – kemarin tidur saya selalu terganggu, sehingga saya seringkali baru bias tidur waktu pagi hari."
SEKRETARIS
"Memangnya kenapa, kok Bapak sulit tidur ? Mungklin bapak selalu mikirin hasil stock opname ya.. ?"
PAK YAHYA
"Bukan begitu Wulan ! Selama ini, hampir tiap malam kaki saya terasa nyeri, sehingga mengganggu tidur saya. Rasanya seperti dapat mimpi buruk setiap malam. Tiga hari yang lalu saya pindah dokter. Kalau biasanya saya ke dokter perusahaan, sekarang pindah ke dr. Farid, yang praktiknya tidak jauh dari Mall itu lo…! Kayaknya saya cocok sekali dengan dokter itu. Rasa nyeri saya hilang, dan saya bisa tidur nyenyak."
Wulan mendengarkan penjelasan Pak Yahya tentang penyakit yang dialaminya, sambil merapikan laporan yang akan diserahkan ke Pak Yahya. Setelah rapi laporan tersebut diserahkan kepada Pak Yahya, sambil memberikan komentarnya tentang penyakit Pak Yahya.
SEKRETARIS
"Syukur Pak kalau begitu…. ! Mudah – mudahan Bapak makin baik dan sembuh."
Wulan kemudian kembali ke meja kerjanya, dan meneruskan pekerjaan lainnya. Sementara Pak Yahya membuka laporan yang diterima dari Sekretarisnya.
Tamat